"300" Keberanian dan Kebenaran Mengalahkan Segalanya!!!

Apa jadinya jika 300 tentara melawan ribuan tentara? Pastinya yang jumlahnya ratusan bakal hancur berkeping-keping. Bagi para prajurit Sparta tidak ada kata menyerah sebelum bertarung. Dengan jumlah yang tak sebanding mereka mampu mengalahkan ribuan tentara Persia.
Film "300" diangkat dari novel perang karya Frank Miller, yang bercerita tentang pertempuran kuno Thermopylae yang ganas, di mana Raja Leonidas (Gerard Butler) dan 300 Tentara, berjuang mati-matian melawan Xerxes (Rodrigo Santoro) dan tentara Persianya yang berjumlah sangat banyak.
Cerita dimulai bagaikan dongeng. Bagaimana bayi yang baru lahir harus diperiksa secara menyeluruh. Jika dianggap sebagai 'produk gagal,' maka bayi itu akan dibunuh. Bayi-bayi yang sehat kemudian dilatih menjadi prajurit Sparta.
Adalah Leonidas kecil, dididik sang ayah untuk menjadi Sparta. Di usia yang ke-7, Leonidas kecil harus melewati masa ujian 'Agoge.' Karena keberanian Leonidas mudalah, maka ia diangkat menjadi raja.
Sebenarnya kaum Sparta hidup dalam damai, hingga suatu ketika datang seorang pembawa pesan beserta rombongan Raja Xerxes, yang mengaku raja segala raja. Ia mengklaim tanah dan air yang diduduki kaum Sparta. Bahkan secara terang-terangan ingin menguasai Yunani. Raja Leonidas yang tak ingin diperbudak, menolak tawaran itu dan dari sinilah mulai terjadi perang.
Seperti kebiasaan para raja terdahulu, Leonidas meminta ijin dari dewa Oracle. Sayangnya, Oracle dan dewan kerajaannya meminta agar Leonidas tidak berperang terutama di masa suci Carneia. Karena tak ingin perperangan terjadi di depan mata, raja Leonidas meminta kapten pasukannya mengumpulkan prajurit terbaik.
Bersama dengan 300 prajurit Sparta, Leonidas menuju utara untuk menghalau tentara Persia. Di tengah perjalanan, Leonidas bertemu dengan ribuan pasukan Arkadia, prajurit 'rumahan' yang ingin turut berperang. Tak ingin menghalau, mereka pun bersatu.
Meski begitu, prajurit Sparta tetap berada di barisan depan. Mereka menghalau ribuan prajurit Persia dengan bermodalkan tombak besi, tameng dan pedang. Sementara Persia, mengerahkan prajurit bawahan, kekuatan magis, hingga pasukan yang tak bisa mati.
Di samping peperangan Leonidas, ratu Gorgo (Lena Headey) menghimpun kekuatan. Ia meminta dewan penasehat kerajaan mengirimkan bantuan untuk Leonidas. Sayangnya ada seorang pengkhianat di ruang dewan, yang justru mementahkan kembali omongan sang ratu.
Di tangan dingin sutradara Zack Snyder, 300 menampilkan banyak keistimewaan. Selain visual efek dan grafik yang sempurna, para penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana perjuangan kaum Sparta hingga titik darah terakhir.
Bagi Anda yang tidak menyukai kekerasan, mungkin agak sedikit terganggu dengan banyaknya cipratan darah yang digambarkan secara perlahan. Namun, kesuraman yang ingin diperlihatkan justru menarik. Belum lagi tokoh Leonidas di sini digambarkan bukan hanya sekedar raja belaka. Dengan baik, ia bisa menempatkan diri sebagai seorang raja dan teman bagi prajurit-prajuritnya.
